Kecamatan Tarogong Kaler dipercaya sebagai salah satu tempat percontohan untuk dibentuknya Sentra Peternakan Rakyat dikarenakan memiliki populasi domba yang lumayan banyak dan tersedianya lahan penghijauan.
Tujuan pembentukan SPR ini adalah diharapkan Tarogong Kaler menjadi pusat perkembangan ternak domba Garut di Kabupaten Garut mulai dari hulu sampai dengan hilir, mulai dari pembibitan sampai dengan pemasaran ternak Domba Garut.
Awal terbentuknya SPR hanya1 SPR domba, 3 SPR kerbau, 2 SPR sapi perah dan 5 SPR sapi potong setelah sukses 10 SPR tersebut akhirnya Dirjen Peternakan mengajukan kembali usulan 500 SPR untuk se Indonesia dan hanya 50 SPR yang disetujui oleh DPR, 50 SPR ini merupakan perintis agar terwujudnya SPR berikutnya. salah satu wilayah yang dipercaya untuk pengembangan SPR ini adalah Kecamatan Tarogong Kaler. Target selama 4 tahun diharapkan tercapai.
Mengapa SPR ini diperlukan? SPR diperlukan agar mewujudkan pemenuhan pangan asal ternak dan agribisnis peternakan rakyat
Tujuan SPR adalah untuk ewujudkan usaha peternakan rakyat dalam suatu perusakaan kolektif yang dikelola dalam suatu manajemen, meningkatkan daya saing usaha peternakan melalui peningkatan pengetahuan rakyat, membangun sistem pengetahuan informasi sebagai basis data untuk menyusun populasi ternak, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak rakyat dan meningkatkan kemudahan pelayanan teknis dan ekonomi bagi peternak rakyat
PRINSIP DAN STRATEGI
PEMBANGUNAN PETERNAKAN DI TAROGONG KALER
1) Peningkatan populasi dan produktifitas ternak melalui :
a. Peningkatan kelahiran ternak melalui IB dan kawin alam
b. Pembangunan peternakan berorientasi pengembangan usaha peternakan rakyat
c. Pembangunan Sentra Peternakan Rakyat (SPR).,
d. Uji Progeny Test
2) Memperkuat regulasi untuk mendorong kemandirian dan kemapanan peternak.
3) Meningkatkan daya saing produk peternakan dengan mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya lokal.
4) Memperlancar arus produk peternakan melalui efisiensi distribusi.
5) Memperkuat kelembagaan peternak melalui pendampingan dan pengawalan serta
meningkatan kapasitas peternak melalui pelaksanaan Bimtek.
6) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar sektor terkait serta networking antar
daerah.
7) Memperkuat infrastruktur dan suprastruktur Pelayanan Teknis Minimal
CIRI CIRI PETERNAK DOMBA GARUT DI TAROGONG KALER
1) Dominasi usaha peternakan berskala kecil
2) Rata-rata kepemilikan ternak relatif rendah dan menyebar
3) Ternak dipelihara sebagai tabungan hidup (rojokoyo dan rojopati)
4) Jiwa kewirausahaan yang rendah
5) Lahan pemeliharaan tidak jelas
6) Usaha beternak dilakukan secara turun temurun
7) Sebagian besar tidak memiliki modal untuk membeli ternak
8) Posisi tawar peternak rendah dan tidak berorientasi bisnis untuk menjadi
usaha pokok
9) Potensi peternak berskala kecil tesebut secara keseluruhan dijadikan
tulang punggung bangsa untuk penyediaan bahan pangan asal hewan bagi
seluruh penduduk.
Dengan ciri ciri seperti itu diharapkan dengan terbentuknya SPR dengan bantuan berbagai pihak akan memperbaiki penghasilan peternak
5 Managemen Teknis yang Mendukung SPR antara lain
1. Peningkatan penyehatan hewan secara individual dan populasi
2. Peningkatan kesehatan masyarakat veteriner
3. Peningkatan produksi pakan ternak
4. Peningkatan pengolahan dan pemasaran hasil ternak
5. Peningkatan penyediaan benih dan bibit serta produksi ternak
Dengan terlaksananya 5 managemen teknis diharapkan kesejahteraan Masyarakat meningkat
Pemanfaatan maksimal hasil dari ternak akan menambah penghasilan masyarakat
7 hasil ternak yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat antara lain
a. Daging : kualitas daging semakin baik maka harga semakin mahal. perlakuan terhadap
ternak akan mempengaruhi kualitas dari daging ternak itu sendiri. sebagai contoh
ternak sapi wagyu yang diperlakukan dengan penuh perhatian sehingga menghasilkan
kualitas daging yang lebih baik dan tentunya meningkatkan harga jual.
b. Jeroan : Selain daging produk jeroan juga mempunyai nilai jual yang tinggi. perlakuan
jeroan setelah pemotongan dengan cara yang baik akan meningkatkan harga dan minat
bagi konsumen
c. Tulang : selai daging dan jeroan Tulang pun memiliki nilai jual
d. Kulit : Kulit ternak ruminansia seperti sapi kerbau domba dan kambing memiliki nilai
jual yang tinggi dikarenakan banyaknya permintaan produk asal kulit
e. Susu : Susu merupakan hasil dari ternak yang didapat tanpa harus memotong ternak
tersebut.. artinya penghasilan dari susu bisa secara kontinyu didapatkan selagi kita
memelihara ternak tersebut dengan baik. penjualan susu dengan diolah terlebih dahulu
memiliki nilai jual yang lebih baik dan waktu simpan yang lebih lama
f. Kotoran : Kotoran ternak bisa dimaksimalkan kegunaannya dengan cara dibuat menjadi
pupuk. Tingginya permintaan akan pupuk organik merupakan peluang bagi peternak
untuk menghasilkan produk pupuk organik. yang tentunya hasil dari pupuk ini dapat
menambah penghasilan peternak selama ternak itu masih ada
g. Urin : sama halnya dengan kotoran urin pun memiliki nilai jual yang cukup baik sebagai
pupuk cair yang saat ini banyak permintaannya dari masyarakat.
Dengan terbentuknya SPR dan tersedianya fasilitas bagi peternak diharapkan dapat
Memaksimalkan pemanfaatan produk asal ternak untuk meningkatkan pendapatan
peternak khususnya di Tarogong Kaler
TAHAPAN SPR
a. Tahun kesatu : Pembentukan SPR dan badan usaha kolektif berbadan hukum
b. Tahun kedua : Penyediaan sarana dan penguatan kapasitas dan pendampingan
c. Tahun ketiga : Penyediaan sarana pengembangan kewirausahaan dan Jaringan
d. Tahun keempat : Standarisasi SPR dan monev
Dalam menentukan kebijakan harus ditentukan oleh GPPT (para ketua kelompok),
Manager SPR, Dinas dan pihak perguruan tinggi
Manfaat dari SPR ini khususnya di Tarogong Kaler adalah :
- Menambah daya tampung tenaga kerja
- Sebagai generator pembangun lingkungan
- Berusaha mendidik karyawan
- Berusaha Memberi bantuan
- Memberi contoh dan hidup efisien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar