
Acara dihadiri oleh 9 kelompok yang tergabung dalam SPR, setiap kelompok dihadiri oleh masing masing ketua kelompok dan satu orang anggota. Selain mendapatkan materi yang sangat berharga peserta mendapatkan uang saku, tas, jaket, kaos dan tongkat ukur ternak, Acara berjalan sukses dan anggota kelompok sangat bersemangat mengikuti sekolah lapang ini.
Selain materi peserta mendapatkan pengetahuan praktek berupa pembuatan silase,
langkah membuat silase :
1. Hijauan dipotong terlebih dahulu. hijauan dipotong dengan ukuran yang kecil, kenapa harus kecil karena untuk meminimalkan terjebaknya oksigen diantara hijauan dan untuk lebih efesien tempat. dengan potongan yang kecil maka silase bisa lebih padat di satu tempat sedangkan potongan yang besar lebih memakan tempat karena susah untuk dipadatkan.
2. Menambahkan dedak pada potongan hijauan. penambahan dedak guna mempercepat proses fermentasi. dedak atau zat karbohidrat sebaga media untuk memberi makanan pada bakteri agar lebih cepat berkembang biak sehingga lebih cepat proses pembuatan silase. pembuatan silase tanpa dedak bisa saja tetapi membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. pembuatan silase dengan mencampur dedak bisa memakan waktu 3 minggu.
3. Memberi tambahan bakteri starter, garam dan gula. penambahan starter bisa mempercepat proses fermentasi silase. yang biasanya memakan waktu 3 minggu dengan bakteri starter ini hanya membutuhkan waktu 3 hari dalam proses membuat silase. bakteri starter yang dipakai dalam praktek ini Merk SOC
4. Semprotken larutan kedalam hijauan dan dedak dan aduk rata
5. Masukan silase kedalam gentong injak injak supara rapat. mencegah adanya oksigen yang bisa menyebabkan gagalnya membuat silase
Ciri – ciri Silase yang baik yaitu :
1. Berbau harum agak manis khas fermentasi silase
2. Tidak berjamur dan tidak menggumpal
3. Tidak busuk atau tidak berbau busuk
4. Warna coklat kehijau-hijauan.
5. Nilai pH atau derajat keasaman 4 - 4,5










Tidak ada komentar:
Posting Komentar